Diary’s
Sesha
Oleh: Kholifatur Ristiana
Angin berhembus kencang
menyapu dedaunan yang ada di samping rumahku. Suasana bising yang biasa terjadi
di komplekku kini berubah menjadi sunyi.
Sore itu aku abis pulang dari rumah teman
aku, karena ada tugas kelompok yang harus ku selesaikan. Sampai rumah ku
rebahkan tubuhku, karena tiba-tiba kepalaku terasa pusing sekali.
“Sha…….udah pulang
tho?” Tanya mama
“ ya, ma….” Jawabku
“Lho…ko malah tiduran
sich…mandi dulu sana ntar baru istirahat” kata mama
“ gak ahh ma…kepalaku
lagi pusing banget ko ma,,,,entar aja dech kalau udah mendingan.” Kata ku
“emmhhh,,,ya udh kalau
gitu mama tinggal dulu ya,,” kata mama
“ya ma…” kataku
Malamnya aku gak
belajar karena kepalaku masih pusing.
Pukul 06.45 aku nyampe
sekolahan, ini adalah pertama kalinya jam segini aku baru nyampe sekolah, biasanya pukul 06.30 aku udah
nyampe.
Teeeetttttt,,,,,,,,(tanda
akan segera dimulai pelajaran).
Jam pertama pelajaran
bahasa Inggris. Mapel ini adalah salah satu mapel favoritku.
“good morning,students………”
sapa bu Indah
“ good morning too,
mirs…….” Balas ku dan teman-tamanku
“ OK,now ,,we will
study about gerund,,,,” kata bu Indah
“ sesha…..come here”
panggil bu Indah
“ yes, Mirs,,,,,”
jawabku
Gak salah lagi jika aku
di panggil bu Indah, karena tak lain hanya untuk nulis, kebetulan di kelas XI
ini aku menjadi sekretaris kelas. Suasana kelas yang tadinya tenang berubah
menjadi gaduh,bu Indah keluar karena ia ada tugas keluar kota dan kita di kasih
tugas.
Baru sekitar 15 menitan
aku menulis di depan tiba-tiba hidungku berdarah dan kepalaku terasa pusing
sekali,tak lama kemudian aku tergeletak tak sadarkan diri. Teman-temanku panik
& segera mencari pertolongan. Tubuhku diangkat dan dibawa ke UKS.
Teman-temanku pada
cemas karena aku belum juga siuman. Pihak sekolah lalu menghubungi mamaku untuk
ngasih tahu keadaanku karena takut jika terjadi sesuatu yang tak diinginkan.
Dapat berita dari pihak
sekolah jika aku sempat pingsan, mamaku kaget dan segera meluncurkan mobil
menuju sekolahku.sepulang dari sekolah, mama membawaku ke dokter untuk
memastikan keadaanku.
Kata mama sich aku gak
papa, hanya kecapean aja.
Minggu…………….
Teman-temanku pada ke
rumahku untuk menjenguk aku. Termasuk Andine, salah satu sahabat terbaikku. Dia
selalu ada disaaat aku suka maupun duka.
“ sha…,gimana keadaanmu
sekarang.?” Tanya Andine
“ udah mendingan
ko,,,,” jawabku
“ ohh,alhamdulilah
kalau udah mendingan” kata Andine
“ iya,,makasih ya
temen-temen, udah mau menjenguk aku”
kataku
“ iya sama-sama
sha,,,,” kata temen-temenku
Alhamdulilah paginya
aku udah bisa masuk sekolah lagi. Seneng
dech rasanya bisa kumpul-kumpul sama
teman-teman lagi . sepulang sekolah nanti aku di ajak Andine ke mall, tepatnya
suruh nemenin dia shopping. Sampai mall aku di suruh milih barang apa yang aku
sukai katanya sich sebagai hadiah karena selama ini aku telah nemenin
dia shopping.
“ Sha,,,besok berangkat
bareng aku yaa…?? Ntar aku jemput dech,,.” Pinta Andine
“ okeyyy,,,,,” balasku
Habis dari mall aku
mampir ke rumah Andine,sekitar pukul 16.00 aku baru dianterin pulang.
Paginya Andine melaju
dengan mobil BMW nya menuju rumahku.
“ Berangkat dulu ya
ma….??? Assalamualaikum,,.(sambil mencium tangan mama)
Andine pun begitu.
Belum sempat aku naik mobil Andine kepala terasa pusing banget dan lagi-lagi
darah keluar dari hidungku. Mama dan Andine cepat-cepat mencari pertolongan
karena aku jatuh pingsan .
Sudah kedua kalinya
kejadian seperti ini menimpa diri ku .beranjak dari kejadian itu setiap aku
kelelahan atau kecapean dikit pasti aku akan mengalami hal yang sama seperti
kejadian tersebut.Dua minggu aku gak masuk sekolah karena aku harus dirawat
dirumah sakit aku mengalami pendarahan hebat dan mama ku mutusin untuk membawa
ku ke Rumah Sakit.
Dua minggu berlalu ,keadaan
ku mulai membaik aku minta dirawat di rumah saja karena aku boring dirumah
sakit.
Aku gak tahu sebenarnya
aku itu mengidap penyakit apa. Setiap aku Tanya mamaku, ia bilang kalau aku hanya kelelahan saja. Ya….aku sich cuek aja
dengan penyakitku dan menganggap ini hanya penyakit biasa aja.
Hari demi hari berlalu
aku mulai penasaran sebenarnya aku itu mengidap penyakit apa, karena setiap
kali aku sisiran rambutku pada rontok
dan rontoknya itu gak seperti layaknya rambut rontok pada umumnya ,kini rambutku
semakin menipis,makan pun harus dengan bubur dan hanya boleh makan makanan
tertentu saja. Pendarahan hebat selalu ku alami jika aku merasakan beban berat
atau banyak pikiran. Dan mulai dari itu aku mulai jarang masuk sekolah.
Setiap seminggu sekali
aku harus pergi ke dokter untuk chek-up.
“sha…..bangun. udah jam
06.05 nich,,,” suara mama mengagetkanku.
“
astagfirullahhal’adzim,,,,” ucapku
Aku bergegas menuju kamar mandi & bersiap-siap untuk
berangkat ke sekolah.
“ sarapan dulu Sha…..”
“ ndak ach ma,,,takut
telat”
Untungnya pas aku
nyampe sekolah gerbang belum ditutup. So gak telat dech.
Hari ini sekolah aku
pulang agak pagi karena gurunya ada rapat.
“ sha,,,,pulang bareng
yukk,,.” Ajak Anjar
“ ndak ach, aku mau
pulang bareng Andine aja.”kataku
“ udach lhach
Sha,,,,gak papa ko aku bisa pulang sendiri ko, kamu ama Anjar aja. Kasian tuch
dia nungguin.” Kata Andine
“ gimana Sha,,,,mau
ndak niech,,??” kata Anjar
“ ya udaxh dech,,,.”
Kataku
Sebenarnya Anjar adalah
cowok yang selama ini aku taksir. Tapi aku tak tahu perasaan dia ke aku gimana.
Yaa Aku harap sich perasaan dia juga sama sepertiku. Biar cintaku ini gak
bertepuk sebelah tangan. He,,he,,J
Gak terasa udah nyampe di halaman rumahku.
“makasih ya,,,,” kataku
“ iya,,,sama-sama.”
Balas Anjar
“ma,,,,,,,,,,,(sambil
berlari mendekati mamaku yang sedang ada di depan pintu) “ panggilku
“iya,,Sha,. Jangan
lari-lari gitu Sha,,.” Kata mama
Brakkk,,,,!!! Tiba-tiba
aku jatuh tak sadarkan diri. Wajahku pucat sekali. Seperti biasa hidungku
mengeluarkan darah dan pendarahan hebat terjadi padaku. Mamaku panic dan segera
mungkin membawaku ke rumah sakit dengan bantuan tetanggaku. Sampai Rumah Sakit aku
langsung dilarikan ke ruang UGD, aku mengalami kritis. Mamaku menangis melihat
keadaanku yang sekarang ini. Dokter masuk ke ruanganku dan segera memeriksa
keadaanku.
Selang beberapa jam aku
siuman ,aku terus-terusan manggil nama papaku.mungkin saking kangennya aku sama
papa aku. Sudah 1tahun ini, papa ku gak
pulang kerumah setelah ia pergi ke Canada karena saat itu ia lagi ada tugas
disana. Di saat keadaanku sekritis ini pun ia tak juga pulang. Apa mungkin
papaku udah gak sayang lagi sama aku?? ( tiba-tiba pertanyaan itu terlintas
dalam benakku).
Besok sudah memasuki
bulan Ramadhan, saat yang dinantikan bagi umat yang melaksanakannya. Termasuk
aku, aku senang bila bulan Ramadhan tiba. Karena saat bulan Ramadhan seluruh
keluargaku yang biasanya sibuk dengan urusan masing-masing bisa berkumpul
bareng saat buka maupun sahur. Tapi Ramadhan kali ini tak seperti Ramadhan yang
sangat aku nanti-nantikan. Karena papaku gak ada.
Tak terasa Ramadhan
udah mau usai. Lebaran pun tiba, semua orang bergembira dengan keluarganya
masing-masing. Seperti makan ketupat sama opor ayam bareng, foto-foto bersama
keluarga besar dll. Melihat keluarga yang bisa ngelakuin itu aku merasa iri
karena saat ini aku tak bisa melakukannya.
Aku benci papaku, saat
aku sakit smpai-sampai keadaanku kritis ia tak pulang, saat lebaran tahun ini
pun ia gak pulang juga. Lagi –lagi penyakit yang aku derita kambuh lagi mungkin karena aku terlalu memikirkan
ayahku. Kata dokter aku gak boleh terlalu
banyak pikiran aku lalu dilarikan ke Rumah Sakit karena tubuhku lagi-lagi
ngedrop.
Dokter bilang pada mama
ku bahwa aku mengidap penyakit tumor kandungan ,tapi untung nya masih bisa
disembuhin karena baru gejala. Mama ku gak ngasih tau penyakit yg sedang aku
derita.Aku baru tahu penyakit yang aku derita saat mama bilang ke om ku dan itu
pun aku gak sengaja mendengar nya.
Hari ini aku akan
dioperasi aku berharap operasi ku berjalan dengan lancar .semua keluarga ku
kumpul di Rumah Sakit ,kecuali ayah ku .
Aku semakin benci dengan
ayah ,seakan aku menganggap ayah telah tiada.
Selang beberapa jam
operasi yg kujalani selesai.
Dokter keluar dari
ruangan operasi dan segera memberi tahu bahwa operasi yg kujalani alhamduliliah
berjalan dengan lancar. Dan satu lagi
dokter bilang kalau penyakitku kini telah dinyatakan sembuh, sel-sel tumor yang
selama ini ada dalam tubuhku kini telah musnah.
Ya Allah,, makasih
karena kau telah sembuhkan penyakitku dan telah memberikan satu kesempatan ku
untuk hidup kembali.(dalam hati ku bersyukur).
Aku gak boleh pulang ke
rumah, karena keadaanku belum pulih. 1 hari kemudian aku baru boleh pulang. Keluargaku
sibuk menyiapkan pesta untuk menyambut kepulanganku dan sekaligus merayakan
kesembuhanku ini.
Pesta pun tiba,,semua
orang menyambut kepulanganku dengan suka cita. Aku bahagia banget karena aku
kini telah kembali sehat dan bisa lagi berkumpul dengan orang-orang yang ku
sayangi. Aku berjanji aku tak kan menyia-nyiakan hidup yang telah Tuhan berikan
padaku.
The- end
wach,,wach,,.
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapuswizz
BalasHapuswlehhh
BalasHapuswach wach,,
BalasHapusapik",,
BalasHapusok
BalasHapustrharu,
BalasHapus