Pages

Cari Blog Ini

Ads 468x60px

Labels

Total Visitor

Blogroll

Dari : Situs Alfi

Rabu, 18 September 2013

my profile


My profile
Nama     : Kholifatur Ristiana
TTL       : Demak, 14 Juli 1997
Umur     : 16 tahun
Alamat  : Demak
Hobby   : reading & listening music
Cita-cita: guru B. Inggris & business woman
Motto    : this  day have to better than yesterday

Macam-macam Perubahan Makna



a. menyempit/spesialisasi
Kata yang tergolog kedalam perubahan makna ini adalah kata yang pada awal penggunaannya bisa dipakai untuk berbagai hal umum, tetapi penggunaannya saat ini hanya terbatas untuk satu keadaan saja.
Contoh :
Sastra dulu dipakai untuk pengertian tulisan dalma arti luas atau umum, sedangkan sekarang hanya dimaknakan dengan tulisan yang berbau seni. Begitu pula kata sarjana (dulu orang yang pandai, berilmu tinggi, sekarang bermakna “lulusan perguruan tinggi”).

b. meluas/generalisasi
Penggunaan kata ini berkebalikan dengan pengertian menyempit.
Contoh :
Petani dulu dipai untuk seseorang yang bekerja dan menggantungkan hidupnya dari mengerjakan sawah, tetapi sekarang kata tersebut dipakai untuk keadaan yang lebih luas. Penggunaan pengertian petani ikan, petani tambak, petani lele merupakan bukti bahwa kata petani meluas penggunaannya.

c. amelioratif
Pada awalnya, kata ini memiliki makna kurang baik, kurang positif, tidak menguntungkan, akan tetapi, pada akhirnya mengandung pengertian makna yang baik, positif, dan menguntungkan.
Contoh :
Wanita, pramunikmat, dan warakawuri merupakan kata-kata yang dipakai untuk lebih menghaluskan, menyopankan pengertian yang terkandung dalam kata-kata tersebut.

d. peyoratif
Makna kata sekarang mengalami penurunan nilai rasa kata daripada makna kata pada awal pemakaiannya.
Contoh :
Kawin, gerombolan, oknum, dan perempuan terasa memiliki konotasi menurun atau negatif.

e. asosiasi
Yang tegolong kedalam perubahan makna ini adalah kata-kata dengan makna-makna yang muncul karena persamaan sifat. Sering kita mendengar kalimat “hati-hati dengan tukang catut itu.”
Tukang catut dalam kalimat diatas tergolong kata-kata dengan makna asosiatif. Begitu pula dengan kata kacamata dalam : menurut kacamata saya, perbuatan anda tidak benar

f. sinestesia
Perubahan makna terjadi karena pertukaran tanggapan antara dua indera, misalnya dari indera pengecap ke indera penglihatan.
Contoh:
Gadis itu berwajah manis. Kata manis mengandung makna enak, biasanya dirasakan oleh alat pengecap, berubah menjadi bagus, dirasakan oleh indera penglihatan. Demikian juga kata panas, kasar, sejuk, dan sebagainya.
Macam-macam Perubahan Makna
a. menyempit/spesialisasi
Kata yang tergolog kedalam perubahan makna ini adalah kata yang pada awal penggunaannya bisa dipakai untuk berbagai hal umum, tetapi penggunaannya saat ini hanya terbatas untuk satu keadaan saja.
Contoh :
Sastra dulu dipakai untuk pengertian tulisan dalma arti luas atau umum, sedangkan sekarang hanya dimaknakan dengan tulisan yang berbau seni. Begitu pula kata sarjana (dulu orang yang pandai, berilmu tinggi, sekarang bermakna “lulusan perguruan tinggi”).

b. meluas/generalisasi
Penggunaan kata ini berkebalikan dengan pengertian menyempit.
Contoh :
Petani dulu dipai untuk seseorang yang bekerja dan menggantungkan hidupnya dari mengerjakan sawah, tetapi sekarang kata tersebut dipakai untuk keadaan yang lebih luas. Penggunaan pengertian petani ikan, petani tambak, petani lele merupakan bukti bahwa kata petani meluas penggunaannya.

c. amelioratif
Pada awalnya, kata ini memiliki makna kurang baik, kurang positif, tidak menguntungkan, akan tetapi, pada akhirnya mengandung pengertian makna yang baik, positif, dan menguntungkan.
Contoh :
Wanita, pramunikmat, dan warakawuri merupakan kata-kata yang dipakai untuk lebih menghaluskan, menyopankan pengertian yang terkandung dalam kata-kata tersebut.

d. peyoratif
Makna kata sekarang mengalami penurunan nilai rasa kata daripada makna kata pada awal pemakaiannya.
Contoh :
Kawin, gerombolan, oknum, dan perempuan terasa memiliki konotasi menurun atau negatif.

e. asosiasi
Yang tegolong kedalam perubahan makna ini adalah kata-kata dengan makna-makna yang muncul karena persamaan sifat. Sering kita mendengar kalimat “hati-hati dengan tukang catut itu.”
Tukang catut dalam kalimat diatas tergolong kata-kata dengan makna asosiatif. Begitu pula dengan kata kacamata dalam : menurut kacamata saya, perbuatan anda tidak benar

f. sinestesia
Perubahan makna terjadi karena pertukaran tanggapan antara dua indera, misalnya dari indera pengecap ke indera penglihatan.
Contoh:
Gadis itu berwajah manis. Kata manis mengandung makna enak, biasanya dirasakan oleh alat pengecap, berubah menjadi bagus, dirasakan oleh indera penglihatan. Demikian juga kata panas, kasar, sejuk, dan sebagainya.
Macam-macam Perubahan Makna
a. menyempit/spesialisasi
Kata yang tergolog kedalam perubahan makna ini adalah kata yang pada awal penggunaannya bisa dipakai untuk berbagai hal umum, tetapi penggunaannya saat ini hanya terbatas untuk satu keadaan saja.
Contoh :
Sastra dulu dipakai untuk pengertian tulisan dalma arti luas atau umum, sedangkan sekarang hanya dimaknakan dengan tulisan yang berbau seni. Begitu pula kata sarjana (dulu orang yang pandai, berilmu tinggi, sekarang bermakna “lulusan perguruan tinggi”).

b. meluas/generalisasi
Penggunaan kata ini berkebalikan dengan pengertian menyempit.
Contoh :
Petani dulu dipai untuk seseorang yang bekerja dan menggantungkan hidupnya dari mengerjakan sawah, tetapi sekarang kata tersebut dipakai untuk keadaan yang lebih luas. Penggunaan pengertian petani ikan, petani tambak, petani lele merupakan bukti bahwa kata petani meluas penggunaannya.

c. amelioratif
Pada awalnya, kata ini memiliki makna kurang baik, kurang positif, tidak menguntungkan, akan tetapi, pada akhirnya mengandung pengertian makna yang baik, positif, dan menguntungkan.
Contoh :
Wanita, pramunikmat, dan warakawuri merupakan kata-kata yang dipakai untuk lebih menghaluskan, menyopankan pengertian yang terkandung dalam kata-kata tersebut.

d. peyoratif
Makna kata sekarang mengalami penurunan nilai rasa kata daripada makna kata pada awal pemakaiannya.
Contoh :
Kawin, gerombolan, oknum, dan perempuan terasa memiliki konotasi menurun atau negatif.

e. asosiasi
Yang tegolong kedalam perubahan makna ini adalah kata-kata dengan makna-makna yang muncul karena persamaan sifat. Sering kita mendengar kalimat “hati-hati dengan tukang catut itu.”
Tukang catut dalam kalimat diatas tergolong kata-kata dengan makna asosiatif. Begitu pula dengan kata kacamata dalam : menurut kacamata saya, perbuatan anda tidak benar

f. sinestesia
Perubahan makna terjadi karena pertukaran tanggapan antara dua indera, misalnya dari indera pengecap ke indera penglihatan.
Contoh:
Gadis itu berwajah manis. Kata manis mengandung makna enak, biasanya dirasakan oleh alat pengecap, berubah menjadi bagus, dirasakan oleh indera penglihatan. Demikian juga kata panas, kasar, sejuk, dan sebagainya.
Macam-macam Perubahan Makna
a. menyempit/spesialisasi
Kata yang tergolog kedalam perubahan makna ini adalah kata yang pada awal penggunaannya bisa dipakai untuk berbagai hal umum, tetapi penggunaannya saat ini hanya terbatas untuk satu keadaan saja.
Contoh :
Sastra dulu dipakai untuk pengertian tulisan dalma arti luas atau umum, sedangkan sekarang hanya dimaknakan dengan tulisan yang berbau seni. Begitu pula kata sarjana (dulu orang yang pandai, berilmu tinggi, sekarang bermakna “lulusan perguruan tinggi”).

b. meluas/generalisasi
Penggunaan kata ini berkebalikan dengan pengertian menyempit.
Contoh :
Petani dulu dipai untuk seseorang yang bekerja dan menggantungkan hidupnya dari mengerjakan sawah, tetapi sekarang kata tersebut dipakai untuk keadaan yang lebih luas. Penggunaan pengertian petani ikan, petani tambak, petani lele merupakan bukti bahwa kata petani meluas penggunaannya.

c. amelioratif
Pada awalnya, kata ini memiliki makna kurang baik, kurang positif, tidak menguntungkan, akan tetapi, pada akhirnya mengandung pengertian makna yang baik, positif, dan menguntungkan.
Contoh :
Wanita, pramunikmat, dan warakawuri merupakan kata-kata yang dipakai untuk lebih menghaluskan, menyopankan pengertian yang terkandung dalam kata-kata tersebut.

d. peyoratif
Makna kata sekarang mengalami penurunan nilai rasa kata daripada makna kata pada awal pemakaiannya.
Contoh :
Kawin, gerombolan, oknum, dan perempuan terasa memiliki konotasi menurun atau negatif.

e. asosiasi
Yang tegolong kedalam perubahan makna ini adalah kata-kata dengan makna-makna yang muncul karena persamaan sifat. Sering kita mendengar kalimat “hati-hati dengan tukang catut itu.”
Tukang catut dalam kalimat diatas tergolong kata-kata dengan makna asosiatif. Begitu pula dengan kata kacamata dalam : menurut kacamata saya, perbuatan anda tidak benar

f. sinestesia
Perubahan makna terjadi karena pertukaran tanggapan antara dua indera, misalnya dari indera pengecap ke indera penglihatan.
Contoh:
Gadis itu berwajah manis. Kata manis mengandung makna enak, biasanya dirasakan oleh alat pengecap, berubah menjadi bagus, dirasakan oleh indera penglihatan. Demikian juga kata panas, kasar, sejuk, dan sebagainya.
Macam-macam Perubahan Makna
a. menyempit/spesialisasi
Kata yang tergolog kedalam perubahan makna ini adalah kata yang pada awal penggunaannya bisa dipakai untuk berbagai hal umum, tetapi penggunaannya saat ini hanya terbatas untuk satu keadaan saja.
Contoh :
Sastra dulu dipakai untuk pengertian tulisan dalma arti luas atau umum, sedangkan sekarang hanya dimaknakan dengan tulisan yang berbau seni. Begitu pula kata sarjana (dulu orang yang pandai, berilmu tinggi, sekarang bermakna “lulusan perguruan tinggi”).

b. meluas/generalisasi
Penggunaan kata ini berkebalikan dengan pengertian menyempit.
Contoh :
Petani dulu dipai untuk seseorang yang bekerja dan menggantungkan hidupnya dari mengerjakan sawah, tetapi sekarang kata tersebut dipakai untuk keadaan yang lebih luas. Penggunaan pengertian petani ikan, petani tambak, petani lele merupakan bukti bahwa kata petani meluas penggunaannya.

c. amelioratif
Pada awalnya, kata ini memiliki makna kurang baik, kurang positif, tidak menguntungkan, akan tetapi, pada akhirnya mengandung pengertian makna yang baik, positif, dan menguntungkan.
Contoh :
Wanita, pramunikmat, dan warakawuri merupakan kata-kata yang dipakai untuk lebih menghaluskan, menyopankan pengertian yang terkandung dalam kata-kata tersebut.

d. peyoratif
Makna kata sekarang mengalami penurunan nilai rasa kata daripada makna kata pada awal pemakaiannya.
Contoh :
Kawin, gerombolan, oknum, dan perempuan terasa memiliki konotasi menurun atau negatif.

e. asosiasi
Yang tegolong kedalam perubahan makna ini adalah kata-kata dengan makna-makna yang muncul karena persamaan sifat. Sering kita mendengar kalimat “hati-hati dengan tukang catut itu.”
Tukang catut dalam kalimat diatas tergolong kata-kata dengan makna asosiatif. Begitu pula dengan kata kacamata dalam : menurut kacamata saya, perbuatan anda tidak benar

f. sinestesia
Perubahan makna terjadi karena pertukaran tanggapan antara dua indera, misalnya dari indera pengecap ke indera penglihatan.
Contoh:
Gadis itu berwajah manis. Kata manis mengandung makna enak, biasanya dirasakan oleh alat pengecap, berubah menjadi bagus, dirasakan oleh indera penglihatan. Demikian juga kata panas, kasar, sejuk, dan sebagainya.
Macam-macam Perubahan Makna
a. menyempit/spesialisasi
Kata yang tergolog kedalam perubahan makna ini adalah kata yang pada awal penggunaannya bisa dipakai untuk berbagai hal umum, tetapi penggunaannya saat ini hanya terbatas untuk satu keadaan saja.
Contoh :
Sastra dulu dipakai untuk pengertian tulisan dalma arti luas atau umum, sedangkan sekarang hanya dimaknakan dengan tulisan yang berbau seni. Begitu pula kata sarjana (dulu orang yang pandai, berilmu tinggi, sekarang bermakna “lulusan perguruan tinggi”).

b. meluas/generalisasi
Penggunaan kata ini berkebalikan dengan pengertian menyempit.
Contoh :
Petani dulu dipai untuk seseorang yang bekerja dan menggantungkan hidupnya dari mengerjakan sawah, tetapi sekarang kata tersebut dipakai untuk keadaan yang lebih luas. Penggunaan pengertian petani ikan, petani tambak, petani lele merupakan bukti bahwa kata petani meluas penggunaannya.

c. amelioratif
Pada awalnya, kata ini memiliki makna kurang baik, kurang positif, tidak menguntungkan, akan tetapi, pada akhirnya mengandung pengertian makna yang baik, positif, dan menguntungkan.
Contoh :
Wanita, pramunikmat, dan warakawuri merupakan kata-kata yang dipakai untuk lebih menghaluskan, menyopankan pengertian yang terkandung dalam kata-kata tersebut.

d. peyoratif
Makna kata sekarang mengalami penurunan nilai rasa kata daripada makna kata pada awal pemakaiannya.
Contoh :
Kawin, gerombolan, oknum, dan perempuan terasa memiliki konotasi menurun atau negatif.

e. asosiasi
Yang tegolong kedalam perubahan makna ini adalah kata-kata dengan makna-makna yang muncul karena persamaan sifat. Sering kita mendengar kalimat “hati-hati dengan tukang catut itu.”
Tukang catut dalam kalimat diatas tergolong kata-kata dengan makna asosiatif. Begitu pula dengan kata kacamata dalam : menurut kacamata saya, perbuatan anda tidak benar

f. sinestesia
Perubahan makna terjadi karena pertukaran tanggapan antara dua indera, misalnya dari indera pengecap ke indera penglihatan.
Contoh:
Gadis itu berwajah manis. Kata manis mengandung makna enak, biasanya dirasakan oleh alat pengecap, berubah menjadi bagus, dirasakan oleh indera penglihatan. Demikian juga kata panas, kasar, sejuk, dan sebagainya.
Macam-macam Perubahan Makna
a. menyempit/spesialisasi
Kata yang tergolog kedalam perubahan makna ini adalah kata yang pada awal penggunaannya bisa dipakai untuk berbagai hal umum, tetapi penggunaannya saat ini hanya terbatas untuk satu keadaan saja.
Contoh :
Sastra dulu dipakai untuk pengertian tulisan dalma arti luas atau umum, sedangkan sekarang hanya dimaknakan dengan tulisan yang berbau seni. Begitu pula kata sarjana (dulu orang yang pandai, berilmu tinggi, sekarang bermakna “lulusan perguruan tinggi”).

b. meluas/generalisasi
Penggunaan kata ini berkebalikan dengan pengertian menyempit.
Contoh :
Petani dulu dipai untuk seseorang yang bekerja dan menggantungkan hidupnya dari mengerjakan sawah, tetapi sekarang kata tersebut dipakai untuk keadaan yang lebih luas. Penggunaan pengertian petani ikan, petani tambak, petani lele merupakan bukti bahwa kata petani meluas penggunaannya.

c. amelioratif
Pada awalnya, kata ini memiliki makna kurang baik, kurang positif, tidak menguntungkan, akan tetapi, pada akhirnya mengandung pengertian makna yang baik, positif, dan menguntungkan.
Contoh :
Wanita, pramunikmat, dan warakawuri merupakan kata-kata yang dipakai untuk lebih menghaluskan, menyopankan pengertian yang terkandung dalam kata-kata tersebut.

d. peyoratif
Makna kata sekarang mengalami penurunan nilai rasa kata daripada makna kata pada awal pemakaiannya.
Contoh :
Kawin, gerombolan, oknum, dan perempuan terasa memiliki konotasi menurun atau negatif.

e. asosiasi
Yang tegolong kedalam perubahan makna ini adalah kata-kata dengan makna-makna yang muncul karena persamaan sifat. Sering kita mendengar kalimat “hati-hati dengan tukang catut itu.”
Tukang catut dalam kalimat diatas tergolong kata-kata dengan makna asosiatif. Begitu pula dengan kata kacamata dalam : menurut kacamata saya, perbuatan anda tidak benar

f. sinestesia
Perubahan makna terjadi karena pertukaran tanggapan antara dua indera, misalnya dari indera pengecap ke indera penglihatan.
Contoh:
Gadis itu berwajah manis. Kata manis mengandung makna enak, biasanya dirasakan oleh alat pengecap, berubah menjadi bagus, dirasakan oleh indera penglihatan. Demikian juga kata panas, kasar, sejuk, dan sebagainya.
Macam-macam Perubahan Makna
a. menyempit/spesialisasi
Kata yang tergolog kedalam perubahan makna ini adalah kata yang pada awal penggunaannya bisa dipakai untuk berbagai hal umum, tetapi penggunaannya saat ini hanya terbatas untuk satu keadaan saja.
Contoh :
Sastra dulu dipakai untuk pengertian tulisan dalma arti luas atau umum, sedangkan sekarang hanya dimaknakan dengan tulisan yang berbau seni. Begitu pula kata sarjana (dulu orang yang pandai, berilmu tinggi, sekarang bermakna “lulusan perguruan tinggi”).

b. meluas/generalisasi
Penggunaan kata ini berkebalikan dengan pengertian menyempit.
Contoh :
Petani dulu dipai untuk seseorang yang bekerja dan menggantungkan hidupnya dari mengerjakan sawah, tetapi sekarang kata tersebut dipakai untuk keadaan yang lebih luas. Penggunaan pengertian petani ikan, petani tambak, petani lele merupakan bukti bahwa kata petani meluas penggunaannya.

c. amelioratif
Pada awalnya, kata ini memiliki makna kurang baik, kurang positif, tidak menguntungkan, akan tetapi, pada akhirnya mengandung pengertian makna yang baik, positif, dan menguntungkan.
Contoh :
Wanita, pramunikmat, dan warakawuri merupakan kata-kata yang dipakai untuk lebih menghaluskan, menyopankan pengertian yang terkandung dalam kata-kata tersebut.

d. peyoratif
Makna kata sekarang mengalami penurunan nilai rasa kata daripada makna kata pada awal pemakaiannya.
Contoh :
Kawin, gerombolan, oknum, dan perempuan terasa memiliki konotasi menurun atau negatif.

e. asosiasi
Yang tegolong kedalam perubahan makna ini adalah kata-kata dengan makna-makna yang muncul karena persamaan sifat. Sering kita mendengar kalimat “hati-hati dengan tukang catut itu.”
Tukang catut dalam kalimat diatas tergolong kata-kata dengan makna asosiatif. Begitu pula dengan kata kacamata dalam : menurut kacamata saya, perbuatan anda tidak benar

f. sinestesia
Perubahan makna terjadi karena pertukaran tanggapan antara dua indera, misalnya dari indera pengecap ke indera penglihatan.
Contoh:
Gadis itu berwajah manis. Kata manis mengandung makna enak, biasanya dirasakan oleh alat pengecap, berubah menjadi bagus, dirasakan oleh indera penglihatan. Demikian juga kata panas, kasar, sejuk, dan sebagainya.
vvv

Diary’s Sesha


Diary’s Sesha
Oleh: Kholifatur Ristiana
Angin berhembus kencang menyapu dedaunan yang ada di samping rumahku. Suasana bising yang biasa terjadi di komplekku kini berubah menjadi sunyi.
      Sore itu aku abis pulang dari rumah teman aku, karena ada tugas kelompok yang harus ku selesaikan. Sampai rumah ku rebahkan tubuhku, karena tiba-tiba kepalaku terasa pusing sekali.
“Sha…….udah pulang tho?” Tanya mama
“ ya, ma….” Jawabku
“Lho…ko malah tiduran sich…mandi dulu sana ntar baru istirahat” kata mama
“ gak ahh ma…kepalaku lagi pusing banget ko ma,,,,entar aja dech kalau udah mendingan.” Kata ku
“emmhhh,,,ya udh kalau gitu mama tinggal dulu ya,,” kata mama
“ya ma…” kataku
Malamnya aku gak belajar karena kepalaku masih pusing.
Pukul 06.45 aku nyampe sekolahan, ini adalah pertama kalinya jam segini aku baru  nyampe sekolah, biasanya pukul 06.30 aku udah nyampe.
Teeeetttttt,,,,,,,,(tanda akan segera dimulai pelajaran).
Jam pertama pelajaran bahasa Inggris. Mapel ini adalah salah satu mapel favoritku.
“good morning,students………” sapa bu Indah
“ good morning too, mirs…….” Balas ku dan teman-tamanku
“ OK,now ,,we will study about gerund,,,,” kata bu Indah
“ sesha…..come here” panggil bu Indah
“ yes, Mirs,,,,,” jawabku
Gak salah lagi jika aku di panggil bu Indah, karena tak lain hanya untuk nulis, kebetulan di kelas XI ini aku menjadi sekretaris kelas. Suasana kelas yang tadinya tenang berubah menjadi gaduh,bu Indah keluar karena ia ada tugas keluar kota dan kita di kasih tugas.
Baru sekitar 15 menitan aku menulis di depan tiba-tiba hidungku berdarah dan kepalaku terasa pusing sekali,tak lama kemudian aku tergeletak tak sadarkan diri. Teman-temanku panik & segera mencari pertolongan. Tubuhku diangkat dan dibawa ke UKS.
Teman-temanku pada cemas karena aku belum juga siuman. Pihak sekolah lalu menghubungi mamaku untuk ngasih tahu keadaanku karena takut jika terjadi sesuatu yang tak diinginkan.
Dapat berita dari pihak sekolah jika aku sempat pingsan, mamaku kaget dan segera meluncurkan mobil menuju sekolahku.sepulang dari sekolah, mama membawaku ke dokter untuk memastikan keadaanku.
Kata mama sich aku gak papa, hanya kecapean aja.
Minggu…………….
Teman-temanku pada ke rumahku untuk menjenguk aku. Termasuk Andine, salah satu sahabat terbaikku. Dia selalu ada disaaat aku suka maupun duka.
“ sha…,gimana keadaanmu sekarang.?” Tanya Andine
“ udah mendingan ko,,,,” jawabku
“ ohh,alhamdulilah kalau udah mendingan” kata Andine
“ iya,,makasih ya temen-temen, udah mau menjenguk  aku” kataku
“ iya sama-sama sha,,,,” kata temen-temenku
Alhamdulilah paginya aku udah  bisa masuk sekolah lagi. Seneng dech rasanya  bisa kumpul-kumpul sama teman-teman lagi . sepulang sekolah nanti aku di ajak Andine ke mall, tepatnya suruh nemenin dia shopping. Sampai mall aku di suruh milih barang apa yang aku sukai katanya sich sebagai hadiah karena selama ini aku telah  nemenin  dia shopping.
“ Sha,,,besok berangkat bareng aku yaa…?? Ntar aku jemput dech,,.” Pinta Andine
“ okeyyy,,,,,” balasku
Habis dari mall aku mampir ke rumah Andine,sekitar pukul 16.00 aku baru dianterin pulang.
Paginya Andine melaju dengan mobil BMW nya menuju rumahku.
“ Berangkat dulu ya ma….??? Assalamualaikum,,.(sambil mencium tangan mama)
Andine pun begitu. Belum sempat aku naik mobil Andine kepala terasa pusing banget dan lagi-lagi darah keluar dari hidungku. Mama dan Andine cepat-cepat mencari pertolongan karena aku jatuh pingsan .
Sudah kedua kalinya kejadian seperti ini menimpa diri ku .beranjak dari kejadian itu setiap aku kelelahan atau kecapean dikit pasti aku akan mengalami hal yang sama seperti kejadian tersebut.Dua minggu aku gak masuk sekolah karena aku harus dirawat dirumah sakit aku mengalami pendarahan hebat dan mama ku mutusin untuk membawa ku ke Rumah Sakit.
Dua minggu berlalu ,keadaan ku mulai membaik aku minta dirawat di rumah saja karena aku boring dirumah sakit.
Aku gak tahu sebenarnya aku itu mengidap penyakit apa. Setiap aku Tanya mamaku, ia bilang kalau aku  hanya kelelahan saja. Ya….aku sich cuek aja dengan penyakitku dan menganggap ini hanya penyakit biasa aja.
Hari demi hari berlalu aku mulai penasaran sebenarnya aku itu mengidap penyakit apa, karena setiap kali aku sisiran rambutku  pada rontok dan rontoknya itu gak seperti layaknya rambut rontok pada umumnya ,kini rambutku semakin menipis,makan pun harus dengan bubur dan hanya boleh makan makanan tertentu saja. Pendarahan hebat selalu ku alami jika aku merasakan beban berat atau banyak pikiran. Dan mulai dari itu aku mulai jarang masuk sekolah.  
Setiap seminggu sekali aku harus pergi ke dokter untuk chek-up.
“sha…..bangun. udah jam 06.05 nich,,,” suara mama mengagetkanku.
“ astagfirullahhal’adzim,,,,” ucapku
Aku bergegas  menuju kamar mandi & bersiap-siap untuk berangkat ke sekolah.
“ sarapan dulu Sha…..”
“ ndak ach ma,,,takut telat”
Untungnya pas aku nyampe sekolah gerbang belum ditutup. So gak telat dech.
Hari ini sekolah aku pulang agak pagi karena gurunya ada rapat.
“ sha,,,,pulang bareng yukk,,.” Ajak Anjar
“ ndak ach, aku mau pulang bareng Andine aja.”kataku
“ udach lhach Sha,,,,gak papa ko aku bisa pulang sendiri ko, kamu ama Anjar aja. Kasian tuch dia nungguin.” Kata Andine
“ gimana Sha,,,,mau ndak niech,,??” kata Anjar
“ ya udaxh dech,,,.” Kataku
Sebenarnya Anjar adalah cowok yang selama ini aku taksir. Tapi aku tak tahu perasaan dia ke aku gimana. Yaa Aku harap sich perasaan dia juga sama sepertiku. Biar cintaku ini gak bertepuk sebelah tangan. He,,he,,J
 Gak terasa udah nyampe di halaman rumahku.
“makasih ya,,,,” kataku
“ iya,,,sama-sama.” Balas Anjar
“ma,,,,,,,,,,,(sambil berlari mendekati mamaku yang sedang ada di depan pintu) “ panggilku
“iya,,Sha,. Jangan lari-lari gitu Sha,,.” Kata mama
Brakkk,,,,!!! Tiba-tiba aku jatuh tak sadarkan diri. Wajahku pucat sekali. Seperti biasa hidungku mengeluarkan darah dan pendarahan hebat terjadi padaku. Mamaku panic dan segera mungkin membawaku ke rumah sakit dengan bantuan tetanggaku. Sampai Rumah Sakit aku langsung dilarikan ke ruang UGD, aku mengalami kritis. Mamaku menangis melihat keadaanku yang sekarang ini. Dokter masuk ke ruanganku dan segera memeriksa keadaanku.
Selang beberapa jam aku siuman ,aku terus-terusan manggil nama papaku.mungkin saking kangennya aku sama papa aku.  Sudah 1tahun ini, papa ku gak pulang kerumah setelah ia pergi ke Canada karena saat itu ia lagi ada tugas disana. Di saat keadaanku sekritis ini pun ia tak juga pulang. Apa mungkin papaku udah gak sayang lagi sama aku?? ( tiba-tiba pertanyaan itu terlintas dalam benakku).
Besok sudah memasuki bulan Ramadhan, saat yang dinantikan bagi umat yang melaksanakannya. Termasuk aku, aku senang bila bulan Ramadhan tiba. Karena saat bulan Ramadhan seluruh keluargaku yang biasanya sibuk dengan urusan masing-masing bisa berkumpul bareng saat buka maupun sahur. Tapi Ramadhan kali ini tak seperti Ramadhan yang sangat aku nanti-nantikan. Karena papaku gak ada.
Tak terasa Ramadhan udah mau usai. Lebaran pun tiba, semua orang bergembira dengan keluarganya masing-masing. Seperti makan ketupat sama opor ayam bareng, foto-foto bersama keluarga besar dll. Melihat keluarga yang bisa ngelakuin itu aku merasa iri karena saat ini aku tak bisa melakukannya.
Aku benci papaku, saat aku sakit smpai-sampai keadaanku kritis ia tak pulang, saat lebaran tahun ini pun ia gak pulang juga. Lagi –lagi penyakit yang aku  derita kambuh  lagi mungkin karena aku terlalu memikirkan ayahku.  Kata dokter aku gak boleh terlalu banyak pikiran aku lalu dilarikan ke Rumah Sakit karena tubuhku lagi-lagi ngedrop.
Dokter bilang pada mama ku bahwa aku mengidap penyakit tumor kandungan ,tapi untung nya masih bisa disembuhin karena baru gejala. Mama ku gak ngasih tau penyakit yg sedang aku derita.Aku baru tahu penyakit yang aku derita saat mama bilang ke om ku dan itu pun  aku gak sengaja mendengar nya.  
Hari ini aku akan dioperasi aku berharap operasi ku berjalan dengan lancar .semua keluarga ku kumpul di Rumah Sakit ,kecuali ayah ku .
Aku semakin benci dengan ayah ,seakan aku menganggap ayah telah tiada.
Selang beberapa jam operasi yg kujalani selesai.
Dokter keluar dari ruangan operasi dan segera memberi tahu bahwa operasi yg kujalani alhamduliliah berjalan dengan lancar.  Dan satu lagi dokter bilang kalau penyakitku kini telah dinyatakan sembuh, sel-sel tumor yang selama ini ada dalam tubuhku kini telah musnah.
Ya Allah,, makasih karena kau telah sembuhkan penyakitku dan telah memberikan satu kesempatan ku untuk hidup kembali.(dalam hati ku bersyukur).
Aku gak boleh pulang ke rumah, karena keadaanku belum pulih. 1 hari kemudian aku baru boleh pulang. Keluargaku sibuk menyiapkan pesta untuk menyambut kepulanganku dan sekaligus merayakan kesembuhanku ini.
Pesta pun tiba,,semua orang menyambut kepulanganku dengan suka cita. Aku bahagia banget karena aku kini telah kembali sehat dan bisa lagi berkumpul dengan orang-orang yang ku sayangi. Aku berjanji aku tak kan menyia-nyiakan hidup yang telah Tuhan berikan padaku.
The- end


  



 

Sample text

Sample Text

Sample Text

 
Blogger Templates