Pages

Cari Blog Ini

Ads 468x60px

Labels

Total Visitor

Blogroll

Dari : Situs Alfi

Kamis, 05 September 2013

asal usul desa Bolo

ASAL-USUL TERJADINYA DESA BOLO KABUPATEN DEMAK

Pada zaman dahulu disebuah desa ada persahabatan antara dua lelaki yang sangat sakti dan dihormati banyak orang,yaitu Mbah Bolo Kakung dan Mbah Gendreng.
Masyarakat atau penduduk sekitar sangat menghormati dan meminta tolong pada Mbah Bolo Kakung dan Mbah Gendreng, Mbah Bolo Kakung dan Mbah Gendreng brsahabat dari kecil dan sudah seperti saudara sekandung.
Mbah Bolo Kakung dan Mbah Gendreng sangat baik pada semua orang, dan tidak pernah sombong pada rakyat kecil, Mbah Bolo Kakung dan Mbah Gendreng sangat baik dan suka menolong banyak orang, maka banyak orang yang baik dan senang terhadap Mbah Bolo Kakung dan Mbah Gendreng.
Setelah beberapa bulan kemudian Mbah Bolo Kakung dan Mbah Gendreng jalan-jalan disekitar desa untuk melihat hasil panen padi para penduduk sekitar dan sewaktu ditengah perjalanan Mbah Bolo berpapasan dengan seorang gadis yang sangat cantik, lalu Mbah Bolo merasakan adanya rasa cinta pada pandangan pertama pada gadis cantik itu.
Setelah beberapa hari, Mbah Bolo memberanikan diri untuk mengajak perempuan cantik itu berkenalan, tapi Mbah Bolo takut dan malu untuk mengatakan apa yang Mbah Bolo pikirkan. Dan kemudian Mbah Bolo bercerita kepada Mbah Gendreng agar Mbah Gendreng mau membantu Mbah Bolo untuk berkenalan dengangadis yang ia cintai.
Akhirnya tidak lama kemudian gadis cantik itu muncul dan Mbah Bolo takut untuk menyapa gadis cantik itu, dan Mbah Gendreng mencoba membantu Mbah Bolo untukmenanyakan siapa nama gadis cantik itu. Kemudian Mbah Bolo dengan kaku dan malu-malumencoba berkenalan dan mendekati gadis cantik itu.
Setelah beberapa bulan berteman akhirnya Mbah Bolo ingin mengatakan pada gadis tersebut bahwa Mbah Bolo sangat mencintainya, tapi Mbah Bolo malu dan takut akan di tolak oleh gadis tiu, lalu Mbah Gendreng membantu Mbah Bolo untuk mencoba menyatakan isi hati Mbah Bolo karena Mbah Gendreng tahu bahwa Mbah Bolo jatuh cinta pada pandangan pertama pada gadis cantik tersebut.
Akhirnya Mbah Bolomencoba untuk menyatakan isi hatinya pada gadis cantik itu, dan gadis cantik itu mersa senang dan malu karena gadis cantik itu ternyata mempunyai rasa yang sama terhadap Mbah Bolo.
Kemudian Mbah Bolo dan gadis cantik itu menjadi sepasang kekasih yang sangat romantis, tapi mbah bolo tidak terburu-buru untuk mengajak gadis cantik itu menikah karena mereka berdua inginmemantapkan hati dan mengenal satu sama lain.
Kemudian Mbah Bolo memberi tahu pada sahabatnya yaitu Mbah Gendreng bahwa Mbah Bolo dan gadis cantik itu telah menjadi sepasang kekasih, dan Mbah Gendreng merasa ikut senang atas kebahagiaan Mbah Bolo, tapi disatu sisi Mbah Gendreng sedih karena sahabatnya sudah mendapatkan kekasih tapi Mbah Gendreng belum memiliki kekasih seperti Mbah Bolo.
Setelah beberapa tahun kemudian, Mbah Bolo dan gadis cantik itu memutuskan untuk menikah dan Mbah Bolo sangat senang, karena sekarang gadis yang sangat ia cintai akihrnya menjadi miliknya untuk selamanya.
Kemudian Mbah Gendreng mengucapkan selamat kepada Mbah Bolo, dan Mbah Bolo merasa sangat senang dan bahagia karena mempunyai sahabat dan istri yang sangat saying dan cintai kepadanya.
Setelah menjadi suami dan istri, Mbah Bolo dan istrinya ingin membantu Mbah Gendreng untuk mendapatkan pendamping hidup, karena Mbah Bolo sangat saying pada sahabatnya yaitu Mbah Gendreng. Mbah Bolo merasa sedih karena sahabatnya yaitu Mbah Gendreng belum juga mendapatkan kekasih, maka Mbah Bolo berusaha membantu Mbah Gendreng. Tapi setelah beberapa bulan ternyata sia-sia, Mbah Gendreng belum mendapatkan satupun yang cocok.
Suatu hari istri Mbah Bolo yaitu Mbah Bolo Putri mengajak bicara Mbah Gendreng dan Mbah Bolo merasa curiga dengan para yang mereka bicarakan antara istrinya dan sahabatnya itu, tapi Mbah Bolo tidak mau marah-marah karena Mbah Bolo percaya kepada istrinya dan sahabatnya itu.
Setelah beberapa minggu Mbah Bolo selalu mengawasi apa yang dilakukan istri dan sahabatnya, karena Mbah Bolo merasa curiga terhadap sahabatnya apakah sahabatnya mencintai istrinya.
Satu tahun berlalu, Mbah Gendreng dan istri Mbah Bolo jalan-jalan mencari makanan disekitar hutan dan disepanjang sungai dan waktu mereka pulang ternyata Mbah Bolo yakin bahwa sahabatnya memang menyukai istri Mbah Bolo, lalu Mbah Bolo melarang Mbah Bolo Putri untuk bertemu` dengan Mbah Gendreng untuk beberapa minggu.
Suatu hari Mbah Gendreng bertanya kepada Mbah Bolo Kakung, “Dimana istrimu, kenapa tidak kau ajak keluar bersama kita?”. Mbah Bolo merasa marah dan curiga bahwa Mbah Gendreng mencintai istrinya, dan Mbah Bolo Kakung melarang Mbah Gendreng untuk bertemu dengan Mbah Bolo Putri.
Beberapa bulan kemudian, tidak sengaja Mbah Bolo Putri dan Mbah Gendreng berpapasan dijalan, lalu Mbah Bolo marah dan memutuskan persahabatannya dengan Mbah Gendreng, lalu Mbah Bolo menganggap Mbah Gendreng sekarang adalah musuhnya, tapi Mbah gendreng tidak membenci sahabatnya, Mbah Bolo salah paham dengan sahabatnya.
Beberapa minggu kemudian Mbah Bolo bertengkar dengan Mbah Gendreng, mereka bertengkar diantara dua dusun, yaitu dusun dakwos dan dusun ngepong, kemudian tidak sengaja Mbah Bolo membunuh Mbah Gendreng dan Mbah Gendreng akhirnya meninggal dunia. Mbah Bolo takut akan ketahuan orang, lalu mayat Mbah Gendreng dilempar ke dalam sungai yang mengalir deras disepanjang sungai, Mbah Bolo membunuh Mbah Gendreng tepat ditengah sungai yang terletak di dua dusun.
Lalu Mbah Bolo pulang dengan tangan yang penuh dengan bekas darah. Sewaktu sampai dirumah, Mbah Bolo sudah ditunggu Mbah Bolo Putri. Lalu Mbah Bolo Putri kaget dan terheran-heran karena didalam pakaian suaminya terdapat banyak darah. Mbah Bolo Putri bertanya kepada Mbah Bolo Kakung dan Mbah Bolo Kakung menceritakan bahwa Mbah Gendreng telah ia bunuh dengan tidak sengaja, karena Mbah Bolo marah terhadap Mbah Gendreng karena ia telah mencintai istri sahabatnya sendiri. Lalu Mbah Bolo Putri marah terhadap apa yang dilakukan suaminya tersebut.
Kemudian Mbah Bolo Putri menceritakan semua yang ia lakukan bersama Mbah Gendreng, lalu Mbah Bolo Kakung merasa menyesal terhadap perbuatan yang ia lakukan terhadap sahabatnya yang begitu baik padanya.
Lalu Mbah Bolo Kakung kembali ke sungai dan mencari jasad sahabatnya. Setelah sepanjang sungai dacari akhirnya Mbah Bolo Kakung menemukan jasad Mbah Gendreng dan Mbah Bolo Kakung merasa menyesal atas perbuatannya.
Akhirnya para penduduk menamakan desa mereka dengan nama desa bolo, yaitu desa yang artinya tempat tinggal dan Bolo adalah persahabatan jadi desa Bolo adalah tempat tinggal persahabatan yang sangat erat. Mbah Gendreng dimakamkan ditempat ia dibunuh yaitu dimakama desa Bolo yang terletak disamping sungai tempat ia dibunuh Mbah bolo dan pemakaman desa tersebut ditengah-tengah dua dusun, yaitu dusun Dakwos dan dusun Ngepung.
Setelah berbulan-bulan Mbah Bolo dan istrinya terus-menerus merasa bersalah atas kematian Mbah Gendreng. Dan akhirnya Mbah Bolo Kakung dan Mbah Bolo putri meninggal dunia dimakamkan penduduk disekitar dimakan desa Bolo.
Konon, menurut penduduk sekitar, bahwa Mbah Gendreng menjadi ular yang sangat panjang sepanjang sungai dan menjaga air sungai tetap mengalir dan tidak pernah kekeringan air, dan jika sesorang yang keluar malam-malam dan melihat Mbah Bolo pada hari rabu malam kamis yang katanya Mbah Bolo keliling desa Bolo. Dan siapa yang melihat Mbah Bolo maka akan mendapat kemakmuran, dan katanya Mbah Gendreng dan Mbah Bolo selalu menjaga penduduk desa Bolo jauh dari bencana.

7 komentar:

 

Sample text

Sample Text

Sample Text

 
Blogger Templates